Cara Jitu Membuat Resensi Buku

Anda
suka membaca buku? Jika iya, cobalah untuk aktif meresensinya. Kegiatan
ini bisa menghasilkan banyak manfaat. Bisa sebagai pengingat otomatis
dengan mencatat hal-hal yang penting dalam buku tersebut. Bisa sebagai
terapi hati ketika menemukan quotes
yang bagus dan menarik hati. Dan, bisa juga menghasilkan materi bila
hasil resensi tersebut dimuat media. Menariknya, materi ini bisa
didapatkan dua kali lipat, dari penerbit buku bersangkutan dan juga
media yang memuat resensi tersebut.
Bingung bagaimana caranya membuat resensi? Cobalah ikuti metode “3 M” berikut ini. Membaca, mengkritik, dan menuliskannya.
Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegiatan mempertimbangan atau membicarakan tentang buku, atau dengan kata lain berkaitan dengan ulasan buku.
Dalam kegiatan membicarakan buku, hal yang perlu dilakukan adalah dengan 3M tersebut.
Pertama, membaca. Hal yang wajib dilakukan resensor (pembuat resensi) adalah membaca. Bacalah buku yang paling menarik bagi Anda. Pilihlah
buku yang benar-benar Anda inginkan untuk dibaca dan bisa diselesaikan
dalam waktu yang relatif singkat. Mengapa? Karena hasil resensi buku
yang akan dimuat di media atau diterima penerbit bersangkutan adalah
buku-buku yang up to date,
mengikuti tahun terbit buku tersebut. Ini berkaitan erat dengan kegiatan
“memperkenalkan” buku tersebut kepada khalayak yang mungkin belum
mengetahuinya.
Kedua, mengkritik. Kegiatan ini
pun merupakan agenda wajib bagi resensor. Ia harus jeli menilai dan
mempertimbangkan mana yang akan kembali ditulis dan diulas dalam
resensinya dan mana yang tidak perlu. Tentukan salah satu tema yang
paling menonjol dalam buku tersebut untuk diulas. Ini bertujuan agar,
resensi tidak melebar pada pembahasan lain. Mengingat space untuk resensi tidak banyak. Ini pula berkaitan dengan “selera” media bersangkutan.
Resensor harus peka terhadap kebutuhan buku tersebut. Misalnya dimulai dengan pembahasan mengenai anatomi buku, seperti judul buku, cover buku dan desainer covernya, ketebalan buku, jenis huruf, tata
letak, dan sebagainya yang kemudian merambah pada isi buku tersebut
seperti logika kalimat, kenyamanan bahasa, nilai yang terkandung, dsb.
Untuk memudahkan proses mengkritisi buku, silakan sediakan pulpen atau
stabilo. Tandai, mana kalimat yang penting dan mana kalimat yang tidak
perlu diulas.
Ketiga, menuliskannya. Ketika
kita usai mengkritik, cobalah tuliskan apa yang berhasil Anda kritik
tersebut sesuai karakteristik media bersangkutan. Misalnya dalam hal
jumlah kata, gaya selingkung media, dan sebagainya. Jangan lupa pula
untuk menimbang-nimbang jenis media mana yang akan Anda kirimi tersebut.
Hal ini dilakukan agar tidak salah sasaran. Jangan sampai buku
anak-anak, Anda kirim ke majalah dewasa, atau sebaliknya. Tulislah hal
apa yang menarik bagi Anda, dan hal apa pula yang mengganjal di hati
Anda, serta apa yang membuat Anda sebagai pembaca merasa tidak nyaman
atau mengganggu proses membaca tersebut.
Mudah bukan menulis resensi? Selamat mencoba guys!Fighting:D




0 komentar:
Posting Komentar