• Blockquote

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Cara Jitu Membuat Resensi Buku

Jumat, 10 Januari 2014

Cara Jitu Membuat Resensi Buku

www.bimbingan.org
Anda suka membaca buku? Jika iya, cobalah untuk aktif meresensinya. Kegiatan ini bisa menghasilkan banyak manfaat. Bisa sebagai pengingat otomatis dengan mencatat hal-hal yang penting dalam buku tersebut. Bisa sebagai terapi hati ketika menemukan quotes yang bagus dan menarik hati. Dan, bisa juga menghasilkan materi bila hasil resensi tersebut dimuat media. Menariknya, materi ini bisa didapatkan dua kali lipat, dari penerbit buku bersangkutan dan juga media yang memuat resensi tersebut.
Bingung bagaimana caranya membuat resensi? Cobalah ikuti metode “3 M” berikut ini. Membaca, mengkritik, dan menuliskannya.

Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegiatan mempertimbangan atau membicarakan tentang buku, atau dengan kata lain berkaitan dengan ulasan buku.
Dalam kegiatan membicarakan buku, hal yang perlu dilakukan adalah dengan 3M tersebut.
Pertama, membaca. Hal yang wajib dilakukan resensor (pembuat resensi) adalah membaca. Bacalah buku yang paling menarik bagi Anda.  Pilihlah buku yang benar-benar Anda inginkan untuk dibaca dan bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Mengapa? Karena hasil resensi buku yang akan dimuat di media atau diterima penerbit bersangkutan adalah buku-buku yang up to date, mengikuti tahun terbit buku tersebut. Ini berkaitan erat dengan kegiatan “memperkenalkan” buku tersebut kepada khalayak yang mungkin belum mengetahuinya.
Kedua, mengkritik. Kegiatan ini pun merupakan agenda wajib bagi resensor. Ia harus jeli menilai dan mempertimbangkan mana yang akan kembali ditulis dan diulas dalam resensinya dan mana yang tidak perlu. Tentukan salah satu tema yang paling menonjol dalam buku tersebut untuk diulas. Ini bertujuan agar, resensi tidak melebar pada pembahasan lain. Mengingat space untuk resensi tidak banyak. Ini pula berkaitan dengan “selera” media bersangkutan.
Resensor harus peka terhadap kebutuhan buku tersebut. Misalnya dimulai dengan pembahasan mengenai anatomi buku, seperti judul buku, cover buku dan desainer covernya, ketebalan buku, jenis huruf, tata letak, dan sebagainya yang kemudian merambah pada isi buku tersebut seperti logika kalimat, kenyamanan bahasa, nilai yang terkandung, dsb. Untuk memudahkan proses mengkritisi buku, silakan sediakan pulpen atau stabilo. Tandai, mana kalimat yang penting dan mana kalimat yang tidak perlu diulas.
Ketiga, menuliskannya. Ketika kita usai mengkritik, cobalah tuliskan apa yang berhasil Anda kritik tersebut sesuai karakteristik media bersangkutan. Misalnya dalam hal jumlah kata, gaya selingkung media, dan sebagainya. Jangan lupa pula untuk menimbang-nimbang jenis media mana yang akan Anda kirimi tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak salah sasaran. Jangan sampai buku anak-anak, Anda kirim ke majalah dewasa, atau sebaliknya. Tulislah hal apa yang menarik bagi Anda, dan hal apa pula yang mengganjal di hati Anda, serta apa yang membuat Anda sebagai pembaca merasa tidak nyaman atau mengganggu proses membaca tersebut.
Mudah bukan menulis resensi? Selamat mencoba guys!Fighting:D